Dua Ribu Tiga Belas

Posted in MELANKOLIS with tags , , , , on 17 Januari 2013 by seryz150588

Dua ribu tiga belas.

Dan alunan ini kan selalu sama

Yang kau rasa. Juga kurasa.

 

Meliuk

Dan selalu meliuk.

Begitulah yang kutahu.

Sampai nanti saatnya berlabuh.

 

Kita adalah kumpualan yang isoteris

 

Yang pada tataran isi

Mencoba selalu bereskalasi

 

Jadi meski lewat duri yang satu

Pasti akan ada dua duri baru.

Karena kita mampu

Walau dunia selalu begitu.

 

Image

 

Serz -17 Januari 2013-

Iklan

Sama

Posted in Puisi Cinta on 12 Desember 2012 by seryz150588

Pada cinta

Kita lalu berbicara dalam bahasa yang sama

Mencoba berpijak dengan kaki yang sama

Lalu berjalan dgn iring irama yg sama

 

Tersenyum kita tahu sama-sama

Seolah wktu menggiring kita dari detik yg sama

Membisu kita paham sama-sama

Seolah keheningan merangkul kita dalam kesan yang sama

 

Semoga kita sama-sama sadar

Bahwa dalam rima yang sama

Kita sedang merajut cerita seperti yang pernah diabadikan rahma dan sinta

Untuk cita atas keinginan kita bersama

 

Karena cinta adalah kesesuaian

Seperti kita pahami bersama

Akan terus bertumbuh seirama

Walau di saat yg sama

Keelokan mungkin menjelma jadi apa adanya.

 

08 des 2012

seryz enggong

Pada Suatu Masa

Posted in MELANKOLIS with tags , on 12 Desember 2012 by seryz150588

Dan kita berpijak dari titik yang sama.

Kala hening yg sama mendekap kita dalam.
Dalam..
Seperti tawa yang selalu sama kudengar.

Lama…

Kukenal kau dari bercerita
Apa saja termasuk kebingunan atas semua yang kau rasa.
Dan aku selalu menjawabmu dalam diam yang sama.
Meski hati terkadang bertanya.
Bagaimana bisa tangis dan tawa kau lebur di mata yang sama.

Dan kini langkah kita tak lagi seirama
Entah kenapa..
Kau tetap saja terhanyut pada arus kenangan yang sama.

Tapi dalam derap langkahku yang berat
Telah terpahat jejak yang pernah dipakai bersama
Untuk tawa dan hening yang sama.
Meski terhimpit singkatnya suatu masa.

08 Des 2012.

seryz enggong

Ya Tuhan,,,,

Posted in Puisi Religi on 3 November 2011 by seryz150588

Tak perlu KAU bisikkanku lagi
semua kisahMu tentang mahkota duri

karena malam ini penuh malu aku semakin mengerti
Bahwa ketulusanMU benar-benar ilahi

Tak ada yang perlu kucemaskan lagi.

Maka, bila tangisan ini belum basi
Izin aku melantunkan kembali
senandung ini

“beri aku secuil pengampunan abadi
biar aku tersegar kembali
seperti ketika aku pertama kali
datang dari PENGHULU kehidupan ini”
PAska–>3 april ’10

Cerita keBisuan

Posted in The History on 3 November 2011 by seryz150588

Aku melihat
Jalan-jalan menderu…
Kerikil-kerikil batu lebur dalam debu
Dan semuanya luruh
Segala rasa hancur dalam gilas roda waktu

Sungguh…
Segala nada semangat jadi berantakan
Dalam getir-getir rindu,
Aku angkat tangan…
“Aku terlalu gersang untuk buatmu mekar”

 

04 Mei 2010 jam 0:58

Dear Aproditha

Posted in Puisi Cinta on 3 November 2011 by seryz150588

I

Lemas getar dawai yang kupetik

adalah elegi tentang langkah kakiku yang letih

kala hari memaksaku pasrah

dan harus mengubur pendam semua yang telah kutatah

( Kubuang peluh atas kesaku yang pertama;

“Terlalu mencintaimu adalah jeruji pengikis kebahagiaanku”)

II

Kulempar undi bagi tragisnya malam dan rentihnya siang

dan hasinya sama.

Haruskah kukunci hari-hari yang bakal kita lewati bersama

biar aku tak lagi terkapar dalam gegap mendungnya rasa

(Ingin kuumpat gambar2 Aphrodita yg terpajang

“Tolong jangan biarkan ada yang memberiku selaput harap

bila terlalu tipis utk kupegang”)

III

Repis gerimis ratu langit

yang malam ini kupersepsi sedikit lain

adalah isyarat agar sistem limbik kukontrol sebisa mungkin

sehingga ku tak bakal menulis lirik ttg derita seperti ini

(Kali ini aku berdoa depan kebisuan Aphrodita:

“Dewi, ajari aku mencintai hidupku

ajariku juga untuk mencintainya

tapi sebelum semuanya

Ajari aku mencintaimu…”)

 

07/06/10

Sebelum Kau Nikah

Posted in The History on 3 November 2011 by seryz150588

aku ingin mengecupmu setiap waktu

hanya saja aku bukanlah awan

yang bisa menukar gincumu dgn embun

 

aku ingin mendekapmu selalu

sayangnya aku bukanlah angin

yang bisa terus memendar

dalam gugusan porimu

 

tapi besok siang

aku berjanji menunggu dirimu di muara itu

sebelum kau teracum asin laut

bersama sekuntum bunga

yang dulu kita namai bersama

 

surabaya,14 januari 2011